/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Friday, 22 May 2015

Expresi dan Isyarat Kebohongan

Banyak Hal dan Hil  di sekeliling kehidupan kita pasti pernah dibohongi, rasanya tidak enak bukan? Misalnya saja, kamu baru mengetahui, ternyata kekasihmu punya pasangan lain selain kamu, padahal dia selalu bilang ke kamu “Cuma kamu yang ada di hatiku”. Bagaimana perasaanmu?
Atau pada kasus kebohongan yang lebih umum. Pada masa kampanye, berbondong-bondong para calon pejabat mengiklankan dirinya, mengagung-agungkan prestasinya, dan dengan ringan mengumbar janji-janji, mulai dari perbaikan fasilitas publik, pelayanan kesehatan murah, sampai pada pendidikan gratis. Namun, ketika telah terpilih menjadi pejabat negara, realisasinya? Lagi-lagi kebohongan.
Seandainya, di Indonesia ini banyak orang yang memiliki kemampuan Dr. Cal Lightman seperti di serial televisi lie to me, bisa jadi kebohongan menjadi suatu hal yang tabu bagi masyarakat. Bagaimana tidak? dia bisa mengetahui kebohongan seseorang hanya dengan mengamati gerak-gerik orang lain.

Isyarat kebohongan dikaji lagi oleh dalam sebuah penelitian. Hasilnya, dilaporkan ada 158 macam perilaku yang dapat dikategorikan sebagai isyarat kebohongan (DePaulo, Malone, Lindsay, Muhlenbruck, Charlton, & Cooper, 2003). Dari 158 isyarat ini, penulis akan jelaskan beberapa jenis ciri-ciri orang berbohong yang barangkali bisa di gunakan untuk menangkap kebohongan lawan bicara kamu.
1. Argumen

Ini Tanda-Tanda Orang sedang Bohong!Pembohong lebih sulit menceritakan hal-hal mendetil dalam argumennya. Seperti deskripsi orang, tempat, tindakan peristiwa, dan waktu kejadian. Dia lebih mendeskiripsikan sesuatu secara umum dengan mengabaikan hal-hal yang sifatnya mendetil. Ini dikarenakan, si pembohong lebih sadar dalam berargumen. Dia akan mengontrol setiap argumennya untuk mengantisipasi kesalahan yang mungkin akan timbul dari argumen yang keluar. Sehingga, untuk menjelaskan detil sesuatu, pembohong lebih berhati-hati dan akan mulai bertanya kepada diri sendiri, “apakah benar yang aku ucapkan?”.
Selain melihat seberapa rinci argumennya, pembohong juga sering melakukan pengulangan kata atau kalimat. Lihat pula bagaimana konsistensi dan koherensi tiap argumen. Pembohong akan lebih sulit dalam berargumen secara konologis, menggunakan logika berpikir yang runtut.

2. Ekspresi Wajah
Ini Tanda-Tanda Orang sedang Bohong!Pandangan Freud ini, mendasari Paul Ekman dalam mengonsepsi teorinya tentang mikro-ekspresi. Ketika seseorang sedang berbohong, ada beberapa jenis reaksi muncul pada wajah yang menandakan kebohongan seseorang. Oleh karena pembohong menahan kebenarannya, reaksi lain muncul dalam bentuk mikro-ekspresi. Ekspresi yang sangat singkat, dan kurang jelas terlihat.
No mortal can keep a secret. If his lips are silent, he chatters with his finger-tips; betrayal oozes out of him at every pore.” Freud (1905)
Ekpresi kebohongan ini, disebutkan oleh DePaulo (2003) dalam beberapa bentuk. Diantaranya ialah saat seseorang mengangkat dagunya, atau menekan bibirnya ke dalam, tanda bahwa dirinya sedang menahan sesuatu. Bisa juga dengan memperhatikan pupil mata yang akan melebar saat seseorang sedang berbohong. Untuk yang terakhir ini, didasari oleh pandangan Zuckerman yang mengatakan gairah muncul ketika berbohong.
3. Gerak tubuh

GalauMeski Ekman telah merumuskan teori mikro-ekspresi, di tahun sebelumnya (1969) dia bersama rekannya, Friesen, telah memiliki hipotesis bahwa tubuh memiliki lebih banyak isyarat daripada wajah. Hipotesis ini dibuktikan kembali oleh Bond dan DePaulo (2006), dengan media video. Mereka menyediakan tiga jenis video yang menampilkan wajah saja, tubuh saja, serta keduanya. Dari penelitian tersebut, isyarat kebohongan lebih banyak didapat dari video nomor dua dan tiga (tubuh saja dan keduanya) daripada nomor satu (wajah saja).
Dengan demikian, hipotesis Ekman dan Friesen teruji, tubuh memiliki isyarat kebohongan yang lebih banyak. Ini dapat dilihat saat seseorang berbohong, dia merasa tidak nyaman dengan duduknya, sering berubah posisi duduk, menggerakan tangan dan jari-jarinya, menggoyang-goyangkan kaki, dan lain-lain. Ketidaknyamanan ini adalah tanda kecemasan, perasaan takut bila nantinya dia akan ketahuan sedang berbohong.
4. Respon/Tanggapan

Ini Tanda-Tanda Orang sedang Bohong!Untuk mendeteksi kebohongan lawan bicara kamu, bisa juga kamu lihat dari spontanitas lawan bicara dalam menanggapi pertanyaan atau argumen yang kamu berikan. Orang yang mengatakan kebenaran, akan merespon lebih spontan daripada yang berbohong. Karena, orang jujur memiliki dasar lebih jelas dibandingkan dengan orang bohong. Orang bohong, perlu memroses otaknya lebih keras (artinya membutuhkan waktu lebih lama) untuk menciptakan sebuah argumen demi kesuksesannya dalam berbohong (membuat lawan bicara percaya).
5. Merasa Tegang

Lagi-lagi, pembohong tidak akan luput dari perasaan berbohong. Cemas dan takut ketahuan, nantinya akan membuat seseorang merasakan ketegangan. Ketika ketegangan meningkat, dampak yang akan ditimbulkan dari ketegangan seseorang yang sedang berbohong, bisa berupa intonasi dan frekuensi suara meningkat. Bisa juga, akibat ketegangan tersebut, seseorang yang sedang berbohong mengurangi kontak mata dengan lawan bicaranya.
Ini Tanda-Tanda Orang sedang Bohong!Perlu digarisbawahi, Ekman , De Paulo , Frank , Mann , O’Sullivan , Vrij berkata tidak ada perilaku tunggal indikasi penipuan. Artinya, setiap perilaku tidak dapat berdiri sendiri tanpa dibarengi dengan perilaku lain. Misal, lawan bicara kamu berulang kali mengubah posisi duduknya, bukan berarti dia sedang berbohong. Bisa jadi ketidaknyamanannya didasari oleh faktor eksternal, misal tempat, pengawasan orang lain, keintiman dengan lawan bicara, dan sebagainya.
Oleh karena itu, ketika kamu melihat ada seseorang yang menunjukan satu isyarat kebohongan, bukan berarti orang tersebut sedang berbohong. Perlu analisis lebih lanjut dengan mengasosiasikan satu isyarat dengan isyarat lain, demi mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Akhirnya, untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak, dibutuhkan kemampuan yang lebih. Kamu harus benar-benar memutar otak untuk merinci pertimbangan-pertimbangan yang dapat memengaruhi akurasi penilaian kamu terhadap kebohongan orang lain. Memang sulit, tapi bukan tidak mungkin. Pada artikel selanjutnya penulis akan jelaskan bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan ini

Saturday, 16 May 2015

Pengertian Emosi

Emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.
Emosi, kadang kita cenderung menganggap nya sebagai reaksi berlebihan atas ada nya prilaku kurang berkenan yang kita terima, karena banyak juga yang selalu mengaitkan kata emosi hanya dengan perasaan marah atau kecewa…  sebenernya siy gak sebatas itu aja lho…  yuuk kita bahas lebih luas tentang ini.

Yang aku dapetin ketika aku tanya Om Google tentang pengertian emosi ternyata banyak banget .. diantara nya adalah yang dikeluarkan oleh Daniel Goleman, emosi adalah suatu perasaan dan fikiran yang khas, keadaan psikologis dan biologis  yang  merupakan dorongan untuk bereaksi atau bertindak karena ada nya rangsangan baik dari dalam maupun dari luar individu, dimana hal tersebut bisa berupa; marah, sedih, bahagia, takut, jengkel, malu, terkejut, cinta, benci, puas.. yang secara keseluruhan merupakan respon atas stimulus yang di terima.

Dengan melihat lebih luas, bisa di katakan bahwa emosi adalah bukan sesuatu yang buruk, dan aku setuju banget dengan pernyataan itu, karena sebagaimana di nyatakan oleh Aristoteles dalam The Nichomacea Ethics adalah bukan emosionalitas yang menjadi masalah, tetapi lebih ke bagaimana kita bisa mengekspresikan dan mengendalikan semua jenis emosi dan menguasai nya dengan kecerdasan, bahkan Nafsu jika di latih dengan baik akan menghasilkan kebijaksanaan..hhmmm…. bener juga yah….
Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)
Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta). Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal

Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).

Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

Tiga Pilar Mengelola Emosi

Tiga pilar dalam mengelola perasaan emosi.
1. Menahan Emosi
2. Mengekspresikan Emosi
3. Melepaskan Emosi

Tiga pilar itu memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketiganya bukan ber-level atau yang satu lebih baik dari yang lain. Ketiganya sama-sama bermanfaat dan baik sesuai dengan situasi serta kondisinya. Dengan kata lain ketiganya itu saling melengkapi.

1. Menahan Emosi

Kita mulai dengan sebuah contoh. Jika anda seorang atasan kemudian bawahan anda ada yang melanggar aturan secara fatal sehingga membuat anda sangat marah. Saat itu bawahan anda yang melanggar aturan sedang berada bersama teman-temannya.

Apa yang anda lakukan?,,, Dalam keadaan ini maka sebaiknya anda MENAHAN emosi anda. Mengapa?,,,, Karena jika saat itu anda memarahi bawahan anda, justru tidak akan menyelesaikan masalah. Meskipun bawahan anda itu mengaku bersalah tapi ia akan merasa sangat DIPERMALUKAN di depan teman-teman kerjanya.
Rasa malu dimarahi di depan umum ini yang kemungkinan akan menyakiti bawahan anda. Lebih gawat lagi kalo dia dendam dengan anda.

atau kita tidak sreg dengan kata lain jengkel terhadap istri/suami, anak tetapi didepan umum dalam situasi atau kondisi yang tidak memungkinkan atas kelakuan yang mealanggar aturan keluarga yang sudah kita tetapkan/sepakati,,,,

Saya ulangi lagi ya, bahwa dalam situasi dan kondisi seperti ini anda sebaiknya MENAHAN emosi anda.

Namun JIKA MENAHAN EMOSI INI DILAKUKAN TERLALU LAMA, ini akan sangat berbahaya

2. Mengekspresikan Emosi

Ketika anda merasa sangat marah dan TERUS MENERUS DITAHAN TERLALU LAMA, maka ini sangat-sangat berbahaya. BERBAHAYA bagi JIWA dan juga TUBUH anda.

EMOSI itu adalah energy yang akan selalu bergerak mencari jalan keluar.

Jika anda menahan marah maka sudah bisa dipastikan akan meledak suatu saat. Jika tidak meledak dalam bentuk SIKAP dan PRILAKU maka akan meledak dalam bentuk GANGGUAN KESEHATAN TUBUH.

Tubuh sebagaimana alam semesta didesain untuk mencapai keseimbangan, sehingga jika terlalu lama ditahan EMOSI akan TEREKSPRESIKAN.

Sebagai contoh, bila marah anda berteriak, bila sedih anda menangis, ada yang lucu anda tertawa,,,, itu adalah contoh bentuk ekspresi emosi. Itu alamiah dan sangat baik daripada emosinya ditahan terus menerus.

Bisa anda cermati mungkin ada tetangga anda yang sangat baik, jarang bicara, jarang mengeluh, tapi umurnya pendek. Atau tiba-tiba kena sakit yang sangat berat.

Sementara ada tetangga anda yang sangat bawel, kadang gampang marah tapi umurnya panjang. Sampai mungkin anda jengkel, “ini orang kok gak mati-mati?",,,,kh kh kh

Mengapa?,,, Terlepas dari urusan itu adalah "ketetapan TUHAN" saya perlu menjelaskan hal ini. Bahwa kebiasaan buruk "orang baik" adalah MENAHAN EMOSI TERLALU LAMA sehingga energinya menghantam ke dalam diri.

Saking baiknya tidak mau menyakiti orang lain dan memilih diam. Padahal sebenarnya dengan demikian ia telah “menyakiti dirinya sendiri”. Itulah sebabnya sikap ASSERTIF (kemampuan berkata TIDAK) sangat penting dan masuk ke dalam materi SOFT SKILL yang harus dikuasai.

Di dalam dunia terapi dikenal yang namanya KATARSIS. Katarsis ini dalam pemahaman saya adalah sebuah cara untuk memberikan kesempatan terhadap seseorang untuk MENGEKSPRESIKAN emosinya yang lama ditahan. Setelah keluar semua emosi yang dipendam itu keluar dan bersih maka akan lebih mudah bagi seorang terapist untuk memberdayakan kliennya guna melakukan perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

Jika kita mencermati bayi juga dilengkapi Tuhan dengan kemampuan mengekspresikan ini. Jadi jangan heran kalau bayi mudah menangis. Saat ia merasa tidak nyaman ia akan mengekspresikan emosinya. Bisa kebayang kalau bayi tidak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosinya?,,, Bisa rusak itu tubuh dan jiwa si bayi. Tapi jangan terus anda sengaja loh ya. Bayi lagi diem aja lalu kita “tabokin” (pukulin) biar nangis dengan alasan itu katarsis,,, itu mah gelooooo,,,,
Wah, kalau begitu mengekspresikan emosi lebih baik dari menahan emosi donk?,,, Ya gak juga sebagaimana saya katakan di awal. Tergantung situasi dan kondisinya, bukan soal ini lebih baik dari yang lain.

Kalau seseorang terlalu mudah mengekspresikan emosi juga tidak baik. Sama tidak baiknya dengan ketika seseorang terlalu lama menahan emosi.

Misalnya anda mudah sekali meluapkan kemarahan, maka dampak secara sosial anda tidak disukai orang. Belum lagi dampak lanjutannya yaitu kalo misal orang yang anda marahi itu temperamen dan sama-sama mudah mengekspresikan emosi. Apalagi badannya jauh lebih gede dari anda dan berkumis seperti pak Simuk maka anda bisa bonyok digebukin sama dia,,,,

Kalau orang yang anda marahi itu tipe yang menahan emosi maka anda bisa membuat orang itu menderita seumur hidupnya. Kasihan khan?,,,

TERLALU lama menahan dan TERLALU mudah mengekspresikan sama-sama merugikan.

3. Melepaskan Emosi

Sekarang kita bahas pilar yang ketiga yaitu melepaskan emosi. Melepaskan atau Release ini beda dengan mengekspresikan.

Dimana bedanya?,,,

Begini, Kita ambil contoh ada seseorang yang putus cinta. Kemudian emosi yang menyesakkan dadanya itu diekspresikan dengan sering menangis. Lega memang. Tapi apakah itu berarti dia sudah melepaskan???,,,, Belum tentu.

Apa buktinya?,, Buktinya ada juga yang sudah 5 tahun masih menangis terus karena ingatan tentang masalah tersebut.

Menangis terus dalam contoh ini merupakan tanda bahwa ada emosi yang belum dilepaskan dalam diri sehingga orang tersebut harus mengekspresikannya terus menerus. Melepaskan emosi ini saya sederhanakan pengertiannya sebagai sebuah cara bagaimana menghilangkan rasa marah tanpa marah dan tidak menahan.

Lalu bagaimana caranya melepaskan ini.

Sebenarnya konsep dasarnya adalah BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Untuk bisa MELEPASKAN EMOSI maka kita JANGAN MELAWANNYA. Semakin sebuah emosi kita lawan maka ia justru akan menekan balik.

Di sini bisa anda tangkap apa kuncinya? MENERIMA,,, JUST ACCEPT IT !
TERIMA EMOSI itu APA ADANYA,,, karena SUDAH TERJADI dan tidak bisa dirubah kejadinnya pada saat sudah lampau (TAKDIR),,, Dengan MENERIMA kita BISA MELEPASKANNYA,,, dan anda bisa merubah kondisi keadaan anda SAAT INI (merubah NASIB anda),,,

MENERIMA EMOSI adalah cara yang sangat sederhana namun ampuh untuk MEN-SWITCH vibrasi kita dari zona FORCE ke zona POWER.

sepenuhnya apa itu BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Dan juga mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kekuatan MENERIMA sebagai GERBANG ke zona POWER. JUST ACCEPT IT !!!.

Kecerdasan Emosi


Kecerdasan emosi dapat kita tinggkatkan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosi.

Dua ahli EQ (Emotional Quotient), Salovey & Mayer (1990) – pengembang konsep EQ, jauh sebelum Goleman – merangkumnya menjadi lima aspek berikut ini :
a. kesadaran diri (self awareness)
b. mengelola emosi (managing emotions)
c. memotivasi diri sendiri (motivating oneself)
d. empati (emphaty) dan
e. menjaga relasi (handling relationship)
Seperti halnya Peter dan Salovey, pada mulanya Daniel Goleman pun menyebut 5 dimensi guna mengembangkan kecerdasan emosi yaitu :

a. Penyadaran Diri
b. Mengelola Emosi
c. Motivasi Diri
d. Empati dan
e. Ketrampilan Sosial

Dalam buku terbarunya yang membahas kompetensi EQ, “The emotionally Intelligent Workplace” Goleman menjelaskan bahwa perilaku EQ tidak bisa hanya dilihat dari sisi setiap kompetensi EQ melainkan harus dari satu dimensi atau setiap cluster-nya. Kemampuan penyadaran social (social awareness) misalnya tidak hanya tergantung pada kompetensi empati semata melainkan juga pada kemampuan untuk berorientasi pelayanan dan kesadaran akan organisasi. Dikatakannya pula ada kaitan antara dimensi EQ yang satu dengan lainnya. Jadi tidaklah mungkin memiliki ketrampilan sosial tanpa memiliki kesadaran diri, pengaturan diri maupun kesadaran sosial.

Beberapa cara yang dipaparkan di atas,  ada beberapa yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional yang terdapat dalam artikelnya Mocendink, yaitu:

A. Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian

B. Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.

C. Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan. Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu : Pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

D. Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.


E. Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

F. Mengelola emosi orang lain
Jika ketrempilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain

Monday, 9 March 2015

SMK MODEL Trand baru SMK Rujukan

Agar pendidikan kejuruan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat, King & Palmer (2010) berpendapat bahwa abad 21 memerlukan reformasi fungsi pendidikan kejuruan. Untuk Indonesia, pendapat mereka bukanlah hal baru karena pada tahun1998 Direktorat Pembinaan SMK telah melakukan reformasi dengan konsepnya yang disebut Skills Toward 2020 yang intinya bahwa SMK harus bebasis demand dri- ven (berbasis kebutuhan dunia kerja dengan se- gala variasi jenis-jenisnya). Skills Toward 2020 juga sangat selaras dengan saran UNESCO (1984) bahwa pendidikan kejuruan agar menata ulang   organisasi   dan   koordinasinya   dengan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan SMK Model agar menekankan keselarasannya dengan kebutuhan masyarakat. Itulah sebabnya, pengembangan SMK Model  agar mencakup 13 fungsi majemuk sebagai berikut.
Pertama, 
SMK Model dapat berfungsi mengembangkan program-program unggulan mutu lulusannya yang dapat dirujuk oleh SMK- SMK lain di Indonesia. Program-program ung- gulan yang dimaksud, dalam bahasa ekonomi, adalah what to produce, how to produce, and for whom yang selaras dengan aneka ragam ke- butuhan pembangunan ekonomi dan kebutuhan masyarakat melalui enam kelompok kejuruan, yaitu: (1) teknologi dan rekayasa; (2) teknologi informasi dan komunikasi; (3) kesehatan; (4) seni, kerajinan, dan pariwisata; (5) agrobisnis dan teknologi; dan (6) bisnis dan manajemen. Untuk menghasilkan mutu lulusan yang unggul, SMK Model harus menunjukkan kehebatan-ke- hebatan dalam manajemen sekolah yang dibuk- tikan oleh 8P yaitu: (1) perencanaan yang sela- ras dengan kebutuhan dunia kerja; (2) pengor- ganisasian yang mengacu fungsi; (3) pelaksana- an yang efektif dan efisien; (4) pengkoordinasi- an yang solid; (5) pemantauan dan pengeva- luasian yang tepat; (6) pengembangan sekolah yang futuristik; (7) pemasaran yang mampu menarik masyarakat untuk belajar ke SMK dan yang mampu meyakinkan dunia kerja untuk merekrut lulusannya; dan (8) penempatan sekolahnya  dalam posisi  unggul  dibanding  SMK- SMK lainnya (school positioning). Oleh karena itu, kisah-kisah sukses yang dialami oleh SMK Model harus dibukukan dan disebarluaskan ke SMK-SMK lain di Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas dan fungsinya sebagai SMK Model.
Kedua,
SMK  Model  dapat  mendirikan unit usaha di sekolahnya yang produknya bisa berupa barang dan/atau jasa dan siswanya bek- erja di unit usaha ini sebagai karyawan atas bimbingan gurunya. Unit usaha ini dapat berbentuk badan usaha atau koperasi. SMK semacam ini berfungsi sebagai pusat pengem- bangan unit produksi/teaching factory/industrial based education model. Untuk menjadi teaching  factory, SMK harus mampu  menyelenggarakan usaha bisnis/perusahaan dan ditun- tut menjalankan fungsi-fungsi baku perusahaan, yaitu manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen personalia, manajemen ke- uangan, manajemen peralatan dan perbekalan, prinsip-prinsip akuntansi, dan inti manajemen (general manager). SMK semacam ini harus menyelenggarakan pendidikan yang benar-benar berbasis dunia kerja (experiential educa- tion/work based  learning/hand on  experience) utamanya adalah production based learning (belajar membuat barang jadi yang marketable) yaitu belajar melalui kerja yang sungguhan seperti yang terjadi di  dunia  kerja bisnis dan bukan belajar yang sifatnya tiruan (artifisial).
Ketiga,
SMK  dapat  berfungsi  sebagai teaching industry yaitu SMK bekerja sama de- ngan industri dengan menyediakan tempat bagi industri untuk memproduksi barang sesuai de- ngan yang diproduksi oleh industri bersang- kutan. Guru dan siswa SMK membuat produk atas bimbingan karyawan industri. Dengan cara ini SMK dapat memperoleh transfer of know- ledge dan lisensi dari industri untuk mempro- duk barang dan memasarkannya secara terbatas. SMK-SMK yang telah menjalankan teaching industry misalnya  SMK-Kanzen,  SMK-Zyrex, dan SMK-Advan. 
Keempat 
SMK Model dapat berfungsi sebagai mitra perusahaan dalam pelatihan kerja karyawan  perusahaan.  Perusahaan-perusahaan di Indonesia selalu mengalokasikan dana untuk meningkatkan dan memutakhirkan keterampil- an karyawannya agar lebih produktif. Jika SMk Model  mampu  menawarkan program-program pelatihan kerja yang selaras dengan kebutuhan perusahaan, maka banyak  perusahaan   yang ingin menjadi mitra SMK Model. Untuk itu, SMK Model harus benar-benar memiliki pro- gram-program yang berhimpitan/sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, kemi- traan/hubungan dan kedekatan dengan perusa- haan merupakan keniscayaan bagi SMK Model.
Kelima, 
SMK Model dapat berfungsi sebagai  pusat  pelatihan  kerja  bagi  siapa  saja yang membutuhkannya dan yang dapat untung darinya,   terutama   para   pengganggur/pencari kerja atau mereka yang ingin meningkatkan keterampilannya. Untuk itu, SMK Model harus memiliki program-program keterampilan jang- ka pendek (short training) yang bervariasi/ beragam sesuai dengan kebutuhan para pe- nganggur atau siapa saja yang membutuhkan- nya dalam rangka meningkatkan keterampilan kejuruannya.
Keenam, 
SMK Model dapat berfungsi sebagai community college yang menyeleng- garakan kursus-kursus pendek keterampilan kejuruan/vokasi dan menyelenggarakan Diplo- ma 1, Diploma 2, dan Diploma 3 sebagai transit untuk melanjutkan ke universitas (berfungsi sebagai transfer education, career education, and continuing education). Mengingat community college merupakan kewenangan perguruan tinggi,  maka  penyelenggaraan  community college harus dilakukan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi lokal terutama dengan program diploma dan politeknik atau polibisnis (sharing). SMK Model menyediakan sumber daya  manusia (pendidik) dan sarana dan pra- sarana untuk mendukung pembelajaran, sedang perguruan tinggi menyediakan program-pro- gramnya (kurikulumnya) dan pengeluaran ijasahnya. Mengingat sumber daya  manusia dan sumber daya selebihnya adalah milik SMK Model,  maka  perhitungan  biaya  kerja  sama disepakati, yaitu siapa membiayai berapa ba- nyak dan untuk apa.
Ketujuh, 
SMK Model dapat berfungsi sebagai pusat pelatihan kewirausahaan (pusat pelatihan wirausahawan/pengusaha) bagi siapa saja yang ingin memulai/belajar ulang/mengem- bangkan usahanya, baik usaha mikoro, kecil maupun menengah. Sebagai entrepreneurship center, SMK Model harus menguasai cara-cara berusaha  yang  berbasis  ilmu  ekonomi  yaitu what  to  produce, how to  produce,  and  for whom. SMK Model harus mampu mengajarkan manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, manajemen peralatan dan perbekalan, manajemen keuang- an, akuntansi, dan inti manajemen. Lebih rinci- nya, SMK harus menyelenggarakan pelatihan wirausahawan yang mencakup dua belas fungsi baku perusahaan, yaitu: produksi, perencanaan produksi, riset dan pengembangan produksi, transaksi, perebutan pelanggan, perencanaan pemasaran,  riset  pasar  dan pemasaran,  mana- jemen personalia, manajemen keuangan, mana- jemen peralatan dan perlengkapan serta perbe- kalan, manajemen akuntansi, dan inti manajemen.
Kedelapan, 
SMK Model dapat berfungsi sebagai tempat pelatihan praktik bagi SMK- SMK lain, baik untuk guru-gurunya maupun siswa-siswanya. Dulu pernah ada Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) yang berfungsi se- macam  ini,  tetapi  pudar  karena  pengelolaan yang tidak efektif dan inefisien. Model seperti BLPT ini dapat difungsikan lagi melalui SMK Model karena  model BLPT  ini sangat efisien dengan diterapkannya resource sharing dan penggunaan fasilitas secara maksimal.
Kesembilan, 
SMK Model dapat berfung- si sebagai pusat  produksi (production center) khususnya produk-produk yang berbasis keunggulan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah- daerah lain dan bahkan negara-negara lain. Produk-produk unggulan lokal dapat dipasarkan ke daerah-daerah lain dan bahkan ke manca negara karena produk-produk ini memiliki daya saing komparatif tinggi karena keunikan dan keistimewaannya yang   tidak dimiliki oleh  daerah-daerah lain dan negara-negara lain. Tantangan utama yang dihadapi oleh SMK Model sebagai production center adalah pemasaran karena sekolah-sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak diperbolehkan menjual produk- produknya kepublik, layaknya seperti perusahaan. Jalan keluar yang rasional adalah dengan menjadikan SMK Model sebagai Badan Layanan Umum (BLU) atau bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di sekitarnya dalam kepemilikan lisensi terbatas untuk memproduksi dan memasarkan barang/jasa dari hasil kerja sama.
Kesepuluh,  
Mengingat  ketersediaan  kemampuan sumber daya manusia (guru) dan kelengkapan fasilitas yang dimiliki oleh SMK Model, maka SMK Model dapat berfungsi sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) sebagai kepan- jangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dibentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004. Tentu saja  pelaksanaan  sertifikasi  kompetensi  kerja dan  uji  kompetensi  didasarkan atas  peraturan perundang-undangan. Untuk menjalankan fung- si tersebut, SMK Model harus bekerja sama dengan BNSP.
Kesebelas, 
SMK Model dapat berfungsi sebagai pusat informasi pasar kerja/bursa kerja khusus (BKK) yang diupayakan melalui kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Trans- migrasi setempat. Jika fungsi ini dijalankan de- ngan baik, maka transisi dari SMK Model ke dunia kerja akan lancar sehingga mampu me- ngurangi masa tunggu kerja atau mengurangi lama pengangguran. Untuk itu, bersama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, SMK Model agar membangun sistem informasi pasar kerja yang mutakhir dan akurat. Agar fungsi BKK benar-benar dapat memper- lancar  transisi  peserta  didik  SMK  ke dunia kerja, maka guru bimbingan dan konseling kejuruan dituntut untuk mencari informasi lo- wongan pekerjaan  yang  meliputi  jenis  peker- jaan dan persyaratan untuk melamarnya dan ini harus diinformasikan ke siswa-siswa SMK yang hampir lulus atau bahkan diajarkan sejak dini agar siswa-siswa menyiapkan dirinya sejak dini untuk memasuki dunia kerja.
Kedua belas, 
SMK Model dapat berfung- si sebagai pusat pengembangan bahan pelatih- an. Bahan-bahan pelatihan kerja berbasis kom- petensi sangat dibutuhkan oleh SMK-SMK dan pusat-pusat pelatihan kerja, namun sampai saat ini  keberadaannya  masih  langka kecuali pada perusahaan-perusahaan besar yang telah mapan. Pusat-pusat   pengembangan   bahan   pelatihan kerja dapat didirikan di SMK Model karena ke- tersediaan sumber daya manusia dan fasilitas- nya.
Ketigabelas,
Mengingat keseterdiaan sumber daya manusia dan fasilitasnya,  SMK Model dapat berfungsi sebagai pusat penyiapan calon- calon tenaga kerja internasional (TKI) agar te- rampil, luwes, melek teknologi, mampu ber- bahasa asing, dan mampu bergaul dengan keragaman budaya lintas bangsa. Untuk itu, SMK Model dituntut untuk memiliki wawasan global, terutama wawasan tentang tenaga kerja yang dibutuhkan  oleh  negara-negara lain serta persyaratan-persyaratan untuk memasukinya.
Sumber : Cakrawala Pendidikan, Februari 2013, Th. XXXII, No. 1

Lima kondisi urgent SMK

PERTAMA, 
Sebagian besar SMK saat ini hanya menyelenggarakan fungsi tunggal, yaitu menyiapkan lulusannya untuk bekerja. Fungsi- fungsi lain yang juga tidak kalah penting belum dilaksanakan secara maksimal, misalnya pe- latihan bagi penganggur, pelatihan bagi kar- yawan perusahaan, pengembangan unit produk- si/teaching factory, industri masuk SMK/teach- ing industry, lembaga sertifikasi profesi (LSP), tempat uji kompetensi (TUK), dan pengem- bangan bahan pelatihan. Akibatnya, sumber daya SMK terutama guru dan fasilitas sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga terjadi idle capacity/under utilization. 
KEDUA, 
Kebanyakan SMK saat ini menyiapkan siswanya hanya untuk bekerja pada bidang keahlian tertentu sebagai pekerja/kar- yawan/pegawai. Sangat sedikit sekali SMK yang sengaja menyiapkan siswanya untuk menjadi wirausahawan (pengusaha). Padahal, menurut Kementerian Tenaga Kerja dan Trans- migrasi (2010), lulusan SMK yang diterima sebagai karyawan di sektor formal hanya 30% dan yang 70% bekerja di sektor informal (usaha mikro/kecil) yang tidak pernah dipersiapkan dengan baik oleh SMK. Oleh karena itu, SMK harus menyiapkan siswanya untuk menjadi karyawan dan wirausahawan/pengusaha. 
KETIGA, 
SMK kurang cepat tanggap terhadap tuntutan-tuntutan pembangunan ekonomi tingkat lokal, nasional, regional, dan interna- sional. Potensi ekonomi lokal, kekayaan sumber daya natural dan kultural, dan persaingan regional dan global belum ditanggapi secara cepat, cekat, dan tepat. Jika demikian, peran SMK terhadap pembangunan ekonomi tidak akan optimal. 
KE EMPAT,
Keselarasan antara dunia SMK dan dunia kerja dalam dimensi kuantitas, kualitas, lokasi, dan waktu, belum terorganisir secara formal. Meskipun telah diterbikan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, tetapi wadah formal yang menjembatani dunia SMK dan dunia kerja belum ada. Di masa lalu (1994) ada wadah yang menjembatani dunia SMK dan dunia kerja yaitu  Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN). MPKN dibentuk melalui Surat Keputusan Bersama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia tentang pembentukan Majelis Pendidikan Kejuruan dengan Nomor 0217/U/1994 dan 044/ SKEP/KU/VIII/94, tetapi sekarang Lembaga ini tidak aktif. Padahal Surat Keputusan Bersama tersebut juga belum dicabut. 
KE LIMA,
Pembalikan proporsi peserta didik SMA:SMK dari 70%:30% menjadi 30%:70% menuntut penyelenggaraan SMK yang mampu menjamin siswanya untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Penjaminan terhadap siswanya untuk memperoleh pekerjaan yang layak merupakan tugas tidak mudah karena melibatkan banyak pihak. Meskipun demikian, upaya-upaya untuk memastikan agar lulusan SMK segera memperoleh pekerjaan merupakan tugas penting SMK, baik melalui pembelajaran yang bermutu tinggi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun melalui program-program bimbingan dan konseling kejuruan yang dirancang dengan baik.
sumber : Cakrawala Pendidikan, Februari 2013, Th. XXXII, No. 1