/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Sunday, 17 May 2015

Inisiatif DNA: Bagaimana memulai bergabung.

Mengacu pada kerja sama antara Meruvian dan Evercoss, terkait inisiatif kolaborasi bernama DNA (Device Network Application), membuat model kerja sama Meruvian dengan pihak tertentu, khususnya pendidikan berubah, menjadi lebih lengkap dan kompleks, karena Meruvian Academy yang awalnya sekitar Java, Javascript/HTML, dan Cloud, mendapat tambahan content untuk mengelola smartphone yang dikelola langsung pihak Evercoss, mulai dari kurikulum, lab, perangkat, sampai pengajar. Saat ini kurikulum Network sedang dikembangkan dan akan kami share disaat yang tepat.
Kurikulum Device dari Evercoss terkait strategic partnersip dengan lembaga pendidian, tercakup :
  1. Smartphone Fundamental, seperti fitur fitur unggulan , seperti apa itu hardness 7 vs 9 (Diamond), IPS, OTG dll.
  2. Smartphone Service saat ini ada 4 level, mulai dari solder sampai membuat chip sendiri dengan alat khusus.
  3. ROM dan Aplikasi, mulai dari burn ROM sampai membuat ROM
Sedangkan untuk Aplikasi saat ini mengacu pada standard aplikasi Meruvian yang dituangkan pada spesifikasi MIP (Meruvian Innovation Platform), yang terdiri dari :

  1. Server side (microservice) berbasis JavaEE
  2. Client side berbasis HTML5 dan Android.
Terlepas dari teknologi lain di MIP (id, ed, ion, iot, db/hd),  2 hal diatas yang menjadi inti dari inovasi produknya.
Yang menarik dari program ini adalah terjadi ekosistem hubungan antara perangkat keras, jaringan telekomunikasi dan aplikasi, membentuk sebuah platform inovasi yang penuh kreatifitas.
Bagaimana sebuah lembaga pendidikan hendak bergabung? Berikut adalah stepnya.
  1. Mendaftarkan sekolah dan memilih jenis kerjasam, URL form registrasi adalah di http://www.tinyurl.com/mervform
  2. Menyiapkan center (Meruvian Center) sebagai basis, ada 2 jenis yang utama yaittu center untuk pengembangan dan untuk pelayanan solusi.
  3. Mentraining untuk mentor di center sesuai dengan area yang diambil, saat ini aplikasi dan device harus diambil bersamaan.
  4. Melakukan dukungan perangkat ke internal, dengan sparepart yang didrop oleh pihak Evercoss, sampai tim asessor mengatakan lulus untuk jadi service center dengan full dibawah Evercoss Service Center.
  5. Untuk produk, akan ada tim evaluasi untuk validasi aplikasi. Bilamana produk berjalan, lembaga bisa membuat unit yang menjadi anggota Meruvian Business Aliance.
FYI: Evercoss adalah perusahaan smartphone merk lokal #1 Indonesia (dengan marketshare no. 3 setelah Samsung dan Smartfren –ini operator–), dan service center lebih dari 70 di Indonesia dan line produksi terbesar di Indonesia (produsen smartphone terbesar Indonesia), Evercoss memiliki pusat service yang besar di bilangan Jakarta Utara.
Sumber :http://blogs.meruvian.com/2015/05/12/dna/

Saturday, 16 May 2015

Pengertian Emosi

Emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.
Emosi, kadang kita cenderung menganggap nya sebagai reaksi berlebihan atas ada nya prilaku kurang berkenan yang kita terima, karena banyak juga yang selalu mengaitkan kata emosi hanya dengan perasaan marah atau kecewa…  sebenernya siy gak sebatas itu aja lho…  yuuk kita bahas lebih luas tentang ini.

Yang aku dapetin ketika aku tanya Om Google tentang pengertian emosi ternyata banyak banget .. diantara nya adalah yang dikeluarkan oleh Daniel Goleman, emosi adalah suatu perasaan dan fikiran yang khas, keadaan psikologis dan biologis  yang  merupakan dorongan untuk bereaksi atau bertindak karena ada nya rangsangan baik dari dalam maupun dari luar individu, dimana hal tersebut bisa berupa; marah, sedih, bahagia, takut, jengkel, malu, terkejut, cinta, benci, puas.. yang secara keseluruhan merupakan respon atas stimulus yang di terima.

Dengan melihat lebih luas, bisa di katakan bahwa emosi adalah bukan sesuatu yang buruk, dan aku setuju banget dengan pernyataan itu, karena sebagaimana di nyatakan oleh Aristoteles dalam The Nichomacea Ethics adalah bukan emosionalitas yang menjadi masalah, tetapi lebih ke bagaimana kita bisa mengekspresikan dan mengendalikan semua jenis emosi dan menguasai nya dengan kecerdasan, bahkan Nafsu jika di latih dengan baik akan menghasilkan kebijaksanaan..hhmmm…. bener juga yah….
Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)
Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta). Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal

Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).

Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

Tiga Pilar Mengelola Emosi

Tiga pilar dalam mengelola perasaan emosi.
1. Menahan Emosi
2. Mengekspresikan Emosi
3. Melepaskan Emosi

Tiga pilar itu memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketiganya bukan ber-level atau yang satu lebih baik dari yang lain. Ketiganya sama-sama bermanfaat dan baik sesuai dengan situasi serta kondisinya. Dengan kata lain ketiganya itu saling melengkapi.

1. Menahan Emosi

Kita mulai dengan sebuah contoh. Jika anda seorang atasan kemudian bawahan anda ada yang melanggar aturan secara fatal sehingga membuat anda sangat marah. Saat itu bawahan anda yang melanggar aturan sedang berada bersama teman-temannya.

Apa yang anda lakukan?,,, Dalam keadaan ini maka sebaiknya anda MENAHAN emosi anda. Mengapa?,,,, Karena jika saat itu anda memarahi bawahan anda, justru tidak akan menyelesaikan masalah. Meskipun bawahan anda itu mengaku bersalah tapi ia akan merasa sangat DIPERMALUKAN di depan teman-teman kerjanya.
Rasa malu dimarahi di depan umum ini yang kemungkinan akan menyakiti bawahan anda. Lebih gawat lagi kalo dia dendam dengan anda.

atau kita tidak sreg dengan kata lain jengkel terhadap istri/suami, anak tetapi didepan umum dalam situasi atau kondisi yang tidak memungkinkan atas kelakuan yang mealanggar aturan keluarga yang sudah kita tetapkan/sepakati,,,,

Saya ulangi lagi ya, bahwa dalam situasi dan kondisi seperti ini anda sebaiknya MENAHAN emosi anda.

Namun JIKA MENAHAN EMOSI INI DILAKUKAN TERLALU LAMA, ini akan sangat berbahaya

2. Mengekspresikan Emosi

Ketika anda merasa sangat marah dan TERUS MENERUS DITAHAN TERLALU LAMA, maka ini sangat-sangat berbahaya. BERBAHAYA bagi JIWA dan juga TUBUH anda.

EMOSI itu adalah energy yang akan selalu bergerak mencari jalan keluar.

Jika anda menahan marah maka sudah bisa dipastikan akan meledak suatu saat. Jika tidak meledak dalam bentuk SIKAP dan PRILAKU maka akan meledak dalam bentuk GANGGUAN KESEHATAN TUBUH.

Tubuh sebagaimana alam semesta didesain untuk mencapai keseimbangan, sehingga jika terlalu lama ditahan EMOSI akan TEREKSPRESIKAN.

Sebagai contoh, bila marah anda berteriak, bila sedih anda menangis, ada yang lucu anda tertawa,,,, itu adalah contoh bentuk ekspresi emosi. Itu alamiah dan sangat baik daripada emosinya ditahan terus menerus.

Bisa anda cermati mungkin ada tetangga anda yang sangat baik, jarang bicara, jarang mengeluh, tapi umurnya pendek. Atau tiba-tiba kena sakit yang sangat berat.

Sementara ada tetangga anda yang sangat bawel, kadang gampang marah tapi umurnya panjang. Sampai mungkin anda jengkel, “ini orang kok gak mati-mati?",,,,kh kh kh

Mengapa?,,, Terlepas dari urusan itu adalah "ketetapan TUHAN" saya perlu menjelaskan hal ini. Bahwa kebiasaan buruk "orang baik" adalah MENAHAN EMOSI TERLALU LAMA sehingga energinya menghantam ke dalam diri.

Saking baiknya tidak mau menyakiti orang lain dan memilih diam. Padahal sebenarnya dengan demikian ia telah “menyakiti dirinya sendiri”. Itulah sebabnya sikap ASSERTIF (kemampuan berkata TIDAK) sangat penting dan masuk ke dalam materi SOFT SKILL yang harus dikuasai.

Di dalam dunia terapi dikenal yang namanya KATARSIS. Katarsis ini dalam pemahaman saya adalah sebuah cara untuk memberikan kesempatan terhadap seseorang untuk MENGEKSPRESIKAN emosinya yang lama ditahan. Setelah keluar semua emosi yang dipendam itu keluar dan bersih maka akan lebih mudah bagi seorang terapist untuk memberdayakan kliennya guna melakukan perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

Jika kita mencermati bayi juga dilengkapi Tuhan dengan kemampuan mengekspresikan ini. Jadi jangan heran kalau bayi mudah menangis. Saat ia merasa tidak nyaman ia akan mengekspresikan emosinya. Bisa kebayang kalau bayi tidak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosinya?,,, Bisa rusak itu tubuh dan jiwa si bayi. Tapi jangan terus anda sengaja loh ya. Bayi lagi diem aja lalu kita “tabokin” (pukulin) biar nangis dengan alasan itu katarsis,,, itu mah gelooooo,,,,
Wah, kalau begitu mengekspresikan emosi lebih baik dari menahan emosi donk?,,, Ya gak juga sebagaimana saya katakan di awal. Tergantung situasi dan kondisinya, bukan soal ini lebih baik dari yang lain.

Kalau seseorang terlalu mudah mengekspresikan emosi juga tidak baik. Sama tidak baiknya dengan ketika seseorang terlalu lama menahan emosi.

Misalnya anda mudah sekali meluapkan kemarahan, maka dampak secara sosial anda tidak disukai orang. Belum lagi dampak lanjutannya yaitu kalo misal orang yang anda marahi itu temperamen dan sama-sama mudah mengekspresikan emosi. Apalagi badannya jauh lebih gede dari anda dan berkumis seperti pak Simuk maka anda bisa bonyok digebukin sama dia,,,,

Kalau orang yang anda marahi itu tipe yang menahan emosi maka anda bisa membuat orang itu menderita seumur hidupnya. Kasihan khan?,,,

TERLALU lama menahan dan TERLALU mudah mengekspresikan sama-sama merugikan.

3. Melepaskan Emosi

Sekarang kita bahas pilar yang ketiga yaitu melepaskan emosi. Melepaskan atau Release ini beda dengan mengekspresikan.

Dimana bedanya?,,,

Begini, Kita ambil contoh ada seseorang yang putus cinta. Kemudian emosi yang menyesakkan dadanya itu diekspresikan dengan sering menangis. Lega memang. Tapi apakah itu berarti dia sudah melepaskan???,,,, Belum tentu.

Apa buktinya?,, Buktinya ada juga yang sudah 5 tahun masih menangis terus karena ingatan tentang masalah tersebut.

Menangis terus dalam contoh ini merupakan tanda bahwa ada emosi yang belum dilepaskan dalam diri sehingga orang tersebut harus mengekspresikannya terus menerus. Melepaskan emosi ini saya sederhanakan pengertiannya sebagai sebuah cara bagaimana menghilangkan rasa marah tanpa marah dan tidak menahan.

Lalu bagaimana caranya melepaskan ini.

Sebenarnya konsep dasarnya adalah BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Untuk bisa MELEPASKAN EMOSI maka kita JANGAN MELAWANNYA. Semakin sebuah emosi kita lawan maka ia justru akan menekan balik.

Di sini bisa anda tangkap apa kuncinya? MENERIMA,,, JUST ACCEPT IT !
TERIMA EMOSI itu APA ADANYA,,, karena SUDAH TERJADI dan tidak bisa dirubah kejadinnya pada saat sudah lampau (TAKDIR),,, Dengan MENERIMA kita BISA MELEPASKANNYA,,, dan anda bisa merubah kondisi keadaan anda SAAT INI (merubah NASIB anda),,,

MENERIMA EMOSI adalah cara yang sangat sederhana namun ampuh untuk MEN-SWITCH vibrasi kita dari zona FORCE ke zona POWER.

sepenuhnya apa itu BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Dan juga mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kekuatan MENERIMA sebagai GERBANG ke zona POWER. JUST ACCEPT IT !!!.

Kecerdasan Emosi


Kecerdasan emosi dapat kita tinggkatkan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosi.

Dua ahli EQ (Emotional Quotient), Salovey & Mayer (1990) – pengembang konsep EQ, jauh sebelum Goleman – merangkumnya menjadi lima aspek berikut ini :
a. kesadaran diri (self awareness)
b. mengelola emosi (managing emotions)
c. memotivasi diri sendiri (motivating oneself)
d. empati (emphaty) dan
e. menjaga relasi (handling relationship)
Seperti halnya Peter dan Salovey, pada mulanya Daniel Goleman pun menyebut 5 dimensi guna mengembangkan kecerdasan emosi yaitu :

a. Penyadaran Diri
b. Mengelola Emosi
c. Motivasi Diri
d. Empati dan
e. Ketrampilan Sosial

Dalam buku terbarunya yang membahas kompetensi EQ, “The emotionally Intelligent Workplace” Goleman menjelaskan bahwa perilaku EQ tidak bisa hanya dilihat dari sisi setiap kompetensi EQ melainkan harus dari satu dimensi atau setiap cluster-nya. Kemampuan penyadaran social (social awareness) misalnya tidak hanya tergantung pada kompetensi empati semata melainkan juga pada kemampuan untuk berorientasi pelayanan dan kesadaran akan organisasi. Dikatakannya pula ada kaitan antara dimensi EQ yang satu dengan lainnya. Jadi tidaklah mungkin memiliki ketrampilan sosial tanpa memiliki kesadaran diri, pengaturan diri maupun kesadaran sosial.

Beberapa cara yang dipaparkan di atas,  ada beberapa yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional yang terdapat dalam artikelnya Mocendink, yaitu:

A. Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian

B. Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.

C. Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan. Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu : Pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

D. Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.


E. Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

F. Mengelola emosi orang lain
Jika ketrempilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain

Saturday, 18 April 2015

Perhitungan Sederhana Solar Panel

Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara).
Perkembangan teknologi dalam membuat solar panel yang lebih baik dari tingkat efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, dan pembuatan alat elektronik yang dapat menggunakan Direct Current.
Pada saat ini penggunaan tenaga matahari (solar cells panel) masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan pengusahaan/ penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun dengan biaya besar.

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
* Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis
* Bersih, ramah lingkungan
* Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
* Praktis, tidak memerlukan perawatan
* Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia
Solar Panel sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya, mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi - sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.

Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Untuk instalasi listrik tenaga surya sebagai pembangkit listrik, diperlukan komponen sebagai berikut:

1. Panel Surya (Solar Cell)
Solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun)
Apa arti Solar Cell 50 WP ?
Solar cell 50 wp artinya solar cell tersebut mempunyai 50 watt peak ( pada saat matahari terik )
Peak 1 hari di asumsikan 4,5 jam (hitungan aman adalah 4 jam)
sehingga 50 x 4,5 = 225 watt hour / day
itu kapasitas maksimal untuk pemakaian 1 hari.

Contoh
Total penggunaan daya per day adalah 225 watt hour
Lampu teras 5 watt x 12 jam = 60 watt hour/ day
Lampu kamar tidur 11 watt x 5 jam = 55 watt hour hour / day
Lampu ruang tamu 11 watt x 5 jam = 65 watt hour / day
Lampu kamar mandi 5 watt x 4 jam = 20 watt hour / day
—————————
total = 200 watt / day
masih ada sisa 225 – 200 = 25 watt / day


2. Charge Control
Cara kerja charger controller
Pada waktu solar panel mendapatkan energy dari cahaya matahari di siang hari, rangkaian charger controller ini otomatis bekerja dan mengisi (charge ) battery dan menjaga tegangan battery agar tetap stabil .
Contoh.
Bila kita menggunakan battery 12V, maka rangkaian ini akan menjaga agar tegangan charger 12 10% , tegangan charger yang di butuhkan antara 13,2 – 13,4 Volt.
dan bila sudah mencapai tegangan tersebut, rangkaian ini otomatis akan menghentikan proses pengisian battery tersebut.
Sebaliknya apabila tegangan battery turun / drop hingga 11 Volt , maka controller akan memutus tegangan sehingga battery tidak sampai habis.
Secara keseluruhan Fungsi dari Controller ini yaitu dapat menjaga agar battery tidak kelebihan (over charger) dan kehabisan tegangan (under charger) dengan begitu maka umur dari battery  bertambah lama. 
3. Battery
Fungsi battery adalah sebagai tempat untuk menyimpan daya (power storage).
Untuk battery yang digunakan sebaiknya menggunakan battery gel atau yang selama ini kita kenal dengan istilah battery kering.
Battery gel ini adalah yang paling direkomendasikan untuk digunakan pada applikasi solar system. Kelemahannya adalah harganya yang mahal. 
3. Inverter / Converter (Optional)


adalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC - direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC - alternating current).
Alat ini tidak diperlukan untuk beban yang hanya membutuhkan tegangan searah.


Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:
  1. Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
  2. Berapa besar arus yang dihasilkan solar cells panel (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
  3. Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour). 


Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar. Misalnya daerah terpencil: pertambangan, perkebunan, perikanan, desa terpencil, dll. Dari segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian juga tinggi, karena dengan perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya memiliki daya tahan 20 - 25 tahun. Baterai dan beberapa komponen lainnya dengan daya tahan 3 - 5 tahun.



Dari diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas: beberapa solar panel di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar diatas menghubungkan kaki positif panel surya satu dengan panel surya lainnya. Kaki/ kutub negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif panel surya dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel surya yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai. Untuk menghidupkan beban perangkat AC (alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply oleh inverter.
Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai kebutuhan daya:
  • Jumlah pemakaian
  • Jumlah solar panel
  • Jumlah baterai

Contoh Perhitungan Sederhana Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Perhitungan keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label di belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual):
·      Penerangan rumah         : 10 lampu CFL @ 15 Watt x 4 jam sehari = 600 Watt hour.
·      Televisi 21"                   : @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
·      Kulkas 360 liter              : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 Watt hour
·      Komputer                      : @ 150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
·      Perangkat lainnya           : 400 Watt hour
·      Total kebutuhan daya     :  3480 Watt hour

Jumlah solar cells panel yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt (perhitungan adalah 5 jam maksimun tenaga surya): 
Kebutuhan solar cells panel = ( 3480 /100 x 5 ) = 7 Panel surya
Jumlah kebutuhan baterai = 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah

  1. Kebutuhan batere minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 Watt hour = 6960 / 12 Volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah. 
  2. Kebutuhan batere (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 Watt hour =20880 / 12 Volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah.